Aku Bukan Rumah
Ketika semua ku tahu bahwa sebenarnya dirimu memang adalah imajinasi, aku yang semakin tak berdaya ini selalu mengharap kamu adalah sebuah takdir.
Aku sangat berterimakasih karena setidak nya kau membantu aku untuk percaya bahwa sebenarnya hati ini tidak mati, meski harus berjuta juta kali merasakan perih hanya karena ingin melihat mu bahagia dengan orang yang selalu akrab dengan mu. Perjuangkan dia yang menurut mu istimewa bahkan bisa membuat mu senang, aku akan tetap yakin mendoakan mu tanpa pamrih.
Dimana ada hati yang kuat seperti ini? dikala orang yang ia sayang harus ia ikhlaskan dengan pilihan nya. Aku yang sudah menyadari akan resiko yang sangat perih ini masih saja berjuang dan berdoa, entah mengapa, tapi ini AKU yang dengan bodoh berharap pada hati yang sudah terisi. Kini aku perlahan mundur bukan sudah tak sayang, namun hati mu jauh lebih berhak buat bahagia dibanding aku yang tak tahu diri ini. Pikir ku aku tak mungkin menjadi tempat atau rumah yang nyaman bagi kamu yang istimewa, aku juga tak mau kamu hidup bersama orang yang Egois seperti aku yang terlalu memaksa agar kamu peduli pada aku yang mulai roboh.
Tentang malam yang datang bersama kenangan yang menusuk jiwa ku secara perlahan aku hanya diam bertepi, ingin mengucap rindu pada makhluk yang bukan milik ku. Tenang saja kamu terbentang dalam doa doa ku yang senantiasa ku ucap pada sang pencipta, kamu berjalan kedepan pada nya karena menoleh ke belakang adalah ketidak mungkinan. Terimakasih sempat membuat ku bangkit walau akhirnya aku tenggelam dalam senyum mu yang menjadii candu.
Komentar
Posting Komentar