Terbelenggu dalam rasa yang ragu

Assalamu'alaikum wr.wb
Di postingann pertama saya ini, saya ingin bercerita sedikit tentang bagaimana saya bertahan dengan keadaan yang membelenggu saya.

Malam yang sunyi kala berselimut angin tak berirama yang membawa ku terhayut oleh rasa pedih yang mengikat tanpa syarat, terasa amat terpukul diri kala hanya seorang diri yang bertemankan sepi.
Aku yang mencoba untuk bangkit tanpa rasa sakit, kini terbaring lemah tanpa tahu arah hidup. Kemana arah kaki melangkah kini ku hanya bisa gemetar, merasa tidak punya kekuatan dalam hidup ini lagi.

Ada banyak  hal yang membuat ku terjatuh, namun ada banyak hal juga yang membuat ku tertatih melawan badai yang semakin kuat menghantam diri. Keraguan demi keraguan membelenggu tiada ampun pada diri, hingga membuat ku gelap tak bisa melihat cahaya luar yang indah. Namun perlahan aku meraba dan bertekad demi impian ku, aku harus bangkit dengan rasa sakit yang amat pedih.

Aku percaya, tangan yang maha kuasa selalu menolongku. Hingga akhirnya aku yang dengan rasa pedih masih ragu berpijak di dunia yang semakin keras ini, tapi ini harus ku lewati, ku jalani tanpa henti. Usai sudah malam ku kini, siang yang ku bayangkan menyenangkan kini terasa menyiksa seluruh jiwa ku terasa semakin ragu aku untuk tertatih berdiri melawan hantaman hidup. Aku dengan semua rasa yang semu mencoba bertahan dengan berjuta duri kematian.

Komentar